Persiapan untuk Proses Pemijahan Ikan Koi

By Herlambang Bagus Budi Wibawa | At 7:30 AM | Label : | 0 Comments
Sebelum proses pemijahan induk dilakukan, hal-hal pokok yang perlu diperhatikan agar dapat diperoleh hasil yang baik, adalah :
  1. kolam pemijahan dan kolam pemeliharaan harus terpisah;
  2. kolam harus mempunyai pintu ke luar dan pintu masuk air secara terpisah;
  3. pada pintu masuk air dibuat penyaring untuk mencegah hama masuk ke kolam;
  4. pada pintu ke luar air dibuat juga saringan, untuk mencegah telur tidak hanyut;
  5. seluruh dinding kolam diplester atau dilapisi vinil;
  6. kolam harus kena sinar matahari;
  7. luas kolam antara 3 - 6 m dengan kedalaman 0,5 m;
  8. jauh dari jangkauan anak-anak;
  9. suasana tenang / tidak berisik;
  10. di dalam kolam disediakan kabakan dari ijuk ukuran 40 cm x 1 m sebagai media penempel telur yang diletakan pada bilah-bilah bambu agar tidak mengapung;
  11. usahakan sirkulasi air terus mengalir, untuk mempercepat koi kawin.
Kolam penetasan dan pembesaran benih bisa disatukan dengan kolam pemijahan. Namun, kedua kolam itu sebaiknya dibuat terpisah. Kolam penetasan dapat berbentuk persegi panjang atau bulat dengan ukuran sekitar 3 m2. Begitu juga dengan kolam pembesaran benih, tetapi akan lebih baik jika ukuran kolam ini dibuat lebih besar. Satu hal lagi, untuk menyediakan stok pakan bagi ikan perlu dibuatkan kolam untuk pakan alami, ukurannya antara 6 - 10 m2 dengan ketebalan dinding kolam sekitar 30 cm.

Persiapan untuk Proses Pemijahan Ikan Koi


A. MENYELEKSI INDUK
Di kalangan penggemar koi ada pepatah, memelihara koi dimulai dengan Kohaku dan diakhiri dengan Kohaku pula.

Pertama kali memelihara koi, orang akan memilih Kohaku, kemudian selera bergeser ke koi satu warna dan tiga warna, seperti Ogon dan Taisho sanke. Setelah itu, selera akan kembali ke Kohaku dengan selera kualitas lebih tinggi. Pepatah ini secara tidak langsung menobatkan Kohaku sebagai prototipe koi.
Beberapa kriteria yang harus dipenuhi, baik untuk induk jantan maupun induk betina agar dapat menghasilkan telur yang banyak dan dapat melakukan pembuahan yang sempurna, antara lain :
  • induk jantan sudah memiliki banyak sperma (berumur lebih dua tahun);
  • induk betina sudah banyak memiliki telur yang matang (berumur lebih dari tiga tahun);
  • kedua induk dalam kondisi sehat, tidak cacat, kondisi sirip seimbang, tidak loyo;
  • perbandingan jumlah induk adalah satu ekor induk betina dengan dua atau tiga ekor induk jantan.

Untuk mengetahui ciri koi induk yang berkualitas, perlu memerhatikan faktor berikut ini:
1. Bentuk Tubuh
  • Ideal atau proporsional dengan perbandingan tinggi dan panjang 1 : 2 atau 1 : 3.
  • Garis punggungnya yang tidak melengkung (lurus).
  • Gerakan renang seimbang dan tenang yang dipengaruhi oleh posisi sirip yang simetris berpasangan.
  • Memiliki sirip dada dan perut yang berukuran sama besar.
  • Untuk bentuk kepala, mulut, mata dan insang proporsional dan serasi.
  • Hidung tidak terlalu ke luar atau tampak tertimbun daging.
  • Pangkal ekor hendaknya berukuran tebal, agar telur tersebar secara merata.

2. Warna dan Pola Warna
  • Batas antar pola warna harus jelas dan kontras.
  • Tidak terjadi gradasi atau bayangan warna.

3. Kesehatan
  • Gerakan gesit dan seimbang. Di samping itu, tidak menyendiri di dasar kolam atau muncul lama di permukaan. Koi yang sering menyendiri di dasar kolam merupakan indikasi bahwa koi tersebut sedang sakit.
  • Nafas teratur. Gerakan insang yang terlalu cepat menandakan koi sukar untuk bernafas.
  • Sirip tegak atau tidak terkulai.
  • Tidak cacat, sakit, atau buta.

Secara umum memilih induk koi dapat digunakan kriteria sebagai berikut:
  • Anggota badannya utuh dan tidak terluka yang mudah dihinggapi parasit.
  • Tubuh simetris dan jika dilihat dari atas nampak garis punggung yang lurus dan saat meliuk, bagian atas dan bawah tubuh melengkung dengan wajar dan serempak.
  • Bentuk dan besar dari kepala sesuai dengan bagian tubuh yang lain.
  • Warnanya jelas, terang, cemerlang dan juga memikat, tidak ada gradasi (misalnya kemerahan atau kecoklatan), serta setiap warna terpisah secara nyata dan tidak boleh bercampur.
  • Tidak ada bintik-bintik. Tips buat sobat, sebaiknya untuk pemilihan koi dilakukan di bawah sinar matahari, bukan sinar lampu.
  • Tingkat kesuburannya tinggi. Biasanya dijumpai pada koi jantan yang berumur enam bulan dan betina telah berumur kurang lebih 1,5 tahun.
  • Telah siap kawin yang ditandai dengan keluarnya cairan  putih kental pada koi jantan ketika bagian kelaminnya dipijit dan di daerah kelamin koi betina tampak kemerahan.
  • Sebaiknya dipilih induk dari jenis koi impor. Biasanya, jika dipilih koi lokal warnanya cenderung bergradasi dan tidak cemerlang atau buram.

B. MEMBEDAKAN KOI BETINA DENGAN KOI JANTAN
Secara umum, tubuh koi betina lebih besar dibandingkan dengan tubuh koi jantan. Jika dilihat dari atas, bagian perut induk betina tampak membuncit ke samping. Sementara itu, perut induk jantan tampak lebih langsing. Pada induk jantan, di bagian sirip dadanya tampak bintik-bintik putih mirip garam. Bintik ini menandakan bahwa induk jantan sudah matang kelamin.

Jenis dan Fungsi Kolam Ikan Koi

By Herlambang Bagus Budi Wibawa | At 7:45 AM | Label : | 0 Comments
Jenis kolam dibedakan berdasarkan bentuk dari kolam, dan terbagi menjadi 4 macam, yaitu :
  • persegi panjang;
  • bujur sangkar;
  • lingkaran;
  • segitiga.
1. Bentuk Persegi Panjang
Kolam berbentuk persegi panjang, umumnya sering kita temukan di masyarakat sebagai kolam pemeliharaan ikan tradisional. Kelebihannya terletak dalam hal sirkulasi air dan penyediaan makanan alami untuk ikan, hal ini di karenakan kolam berbentuk persegi panjang mempunyai pinggiran / sisi yang lebih banyak dibandingkan kolam berbentuk bujur sangkar. Makanan alami ikan (monia, daphnia) lebih banyak tumbuh di pinggiran kolam yang dangkal atau dalam bahasa Jawanya 'Cetek', dibandingkan dengan di tengah kolam yang relatif lebih dalam.

2. Bentuk Bujur Sangkar
Seperti telah dituliskan di atas, kolam berbentuk bujur sangkar ini mempunyai kelemahan dalam hal sirkulasi air dan penyediaan bahan makanan alami ikan. Kolam berbentuk bujur sangkar dapat dipilih sebagai alternatif terakhir karena adanya kelebihan tanah.

3. Bentuk Lingkaran / Bulat
Lima tahun yang lalu, kolam berbentuk bulat tidak lazim dibuat orang. Namun dengan adanya perkembangan budidaya ikan, di Jawa Barat telah dikembangkan kolam air deras yang berbentuk bulat. Kolam ini mempunyai pembuangan air poros di tengahnya. Kolam berbentuk bulat ini dapat ditemukan di Balai Benih Ikan di Leuwisari, Tasikmalaya. Kolam seperti ini kapasitasnya biasanya lebih banyak dan dengan sirkulasi air serta pembuangan kotorannya lebih terjamin. Model kolam semacam ini keseluruhannya terbentuk dari pasangan batu kali.

4. Bentuk Segitiga
Sama halnya dengan bentuk kolam yang bulat, kolam berbentuk segitiga biasanya juga terbuat dari pasangan batu kali.

Jenis dan Fungsi Kolam Ikan Koi


FUNGSI KOLAM
Kegiatan budidaya perikanan yang sebenarnya, tidak terdiri dari kegiatan pembesaran ikan saja. Tetapi lebih dari pada itu, kegiatan budidaya ikan juga mencakup kegiatan pembenihan yaitu kegiatan menghasilkan atau memproduksi benih sampai dengan ukuran tertentu. Oleh karena itu, selain kolam pembesaran, juga dikenal adanya kolam pembenihan ikan, yang terdiri dari berbagai macam kolam sesuai dengan fungsinya.
Dan inilah pembagian kolam-kolam menurut fungsinya dibedakan sebagai berikut:
  • Kolam Pemeliharaan Induk
Kolam pemeliharaan induk berfungsi sebagai tempat penyimpanan induk-induk ikan yang akan dikawinkan/dipijahkan, dan tempat pemeliharaan induk-induk ikan yang telah selesai dipijahkan. Kolam pemeliharaan untuk induk ada dua buah: satu untuk induk jantan dan lainnya untuk induk betina.

Sistem pemasukan air yang ideal adalah kolam induk jantan dan betina bisa mendapatkan air dari pintu air masing-masing. Kalau terpaksa sekali, sistem pemasukan airnya boleh seri. Tetapi harus diingat, kolam induk betina harus berada di sebelah atas, supaya induk-induk betina tidak terangsang oleh bau sperma jantan yang keluar tidak sengaja.

  • Kolam Pemijahan / Perkawinan
Kolam pemijahan berfungsi untuk mempertemukan induk jantan dan betina yang telah matang telur, dengan terlebih dulu melakukan manipulasi lingkungan agar pemijahan berhasil dengan baik.

  • Kolam Penetasan Telur
Kolam penetasan telur ini tidak terlalu mutlak dalam satu unit perkolaman. Penetasan telur biasanya dilakukan di kolam pemijahan.

  • Kolam Pendederan
Fungsi kolam pendederan adalah untuk mendederkan atau membesarkan larva ikan menjadi bibit ikan yang siap untuk dibesarkan. Kolam pendederan biasanya lebih dari satu kolam, ada kolam pendederan pertama, pendederan kedua, dan lain sebagainya.

  • Kolam Pembesaran
Kolam pembesaran ikan tradisional biasanya berukuran sama atau lebih besar dibandingkan kolam pendederan.

  • Kolam Penumbuhan Makanan Alami
Kolam ini tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan kolam yang telah disebutkan di awal. Kolam ini biasanya dibuat dengan sengaja untuk persediaan makanan bagi benih yang masih lemah, atau benih-benih ikan yang dirawat secara intensif.

  • Kolam Pengendapan
Kolam pengendapan dimaksudkan untuk mengendapkan lumpur yang terikut air. Bila tidak ada kolam ini, lumpur dapat mengakibatkan pendangkalan kolam. Selain kolam pengendapan, biasanya air sebagai hasil penyaringan dari bak filter ini dipakai untuk pemijahan ikan dan penetasan telur. Sedangkan untuk kolam-kolam pendederan dan juga kolam pembesaran, airnya bisa dari bak pengendapan.

  • Kolam Penampungan Hasil
Kolam ini berfungsi untuk menampung hasil benih maupun ikan yang telah dipanen dari kolam. Biasanya kolam ini tidak begitu luas. Kadang-kadang kolam ini berfungsi untuk pemberokan ikan-ikan yang akan diangkut

Cara Mengangkut Ikan Koi untuk Dipasarkan

By Herlambang Bagus Budi Wibawa | At 7:28 AM | Label : | 0 Comments
Ada dua cara teknik pengangkutan yang selama ini digunaka oleh para pedagang, antara lain :
  • sistem terbuka
  • sistem tertutup
A. SISTEM TERBUKA
Cara ini dilakukan apabila jarak yang akan ditempuh tidak begitu jauh. Para pedagang menggunakan kreneng, yaitu keranjang bambu yang dilapisi aspal. Air dapat berhubungan langsung dengan udara bebas, hal ini membuat suplai untuk oksigen bisa lewat difusi dengan udara.

B. SISTEM TERTUTUP
Cara ini digunakan apabila jarak yang ditempuh cukup jauh. Untuk itu dibutuhkan wadah kedap udara. berupa kantung plastik, pengikatnya menggunakan karet gelang dan Oksigen yang diperlukan disuplai dengan oksigen murni.

Pengangkutan tertutup sangat praktis. Kantung plastik ukuran besar bisa mengangkut lebih banyak dibanding kreneng. Kendaraan dapat mengangkut kantung dalam jumlah banyak pula tanpa kuatir airnya bakal tumpah. Resiko bocor dapat diatasi dengan memberi tambahan kantung plastik dan mengemasnya dalam kardus berlapis Styrofoam. Fungsinya untuk meredam guncangan dan aman dari berbagai benturan ketika diangkut lewat jalan darat, laut atau udara. Kantung plastik yang digunakan untuk mengangkut ikan koi sama dengan kantung plastik untuk mengangkut ikan hias jenis lain.

Cara Mengangkut Ikan Koi untuk Dipasarkan


1. Suhu Air
Pertama kali yang harus diperhatikan adalah suhu air selama proses pengangkutan. Hal ini penting dikarena akan mempengaruhi aktivitas ikan selama diangkut. Suhu yang cukup tinggi akan membuat ikan bernapas lebih cepat, sehingga kebutuhan oksigen pun meningkat. Selain itu ikan lekas lelah karena tenaga terkuras akibat aktivitasnya. Proses pengeluaran kotoran menjadi cepat dilakukan sehingga kualitas air menurun drastis. Selama pengangkutan tidak dilakukan penggantian air, penurunan kualitas air dapat mengancam keselamatan ikan.

Suhu air ideal untuk ikan selama pengangkutan adalah sekitar 25° - 30° C. Suhu yang lebih tinggi akan menyebabkan ketahanan ikan menurun. Pengangkutan ikan pada suhu lebih tinggi hanya diperbolehkan untuk jarak dekat.

2. Oksigen
Dengan wadah terbatas tapi berkapasitas tinggi, perlu ditambahkan oksigen murni. Manfaatnya untuk menjamin kelangsungan proses metabolisme dan pernapasan ikan selama pengangkutan.

Penambahan oksigen murni didasarkan pertimbangan, karena kandungan oksigen di udara bebas hanya sekitar 20%. Apabila kantung hanya digelembungkan saja, oksigen yang di dalam kantung belum mencukupi.

3. Kepadatan Angkut
Kepadatan ikan yang akan diangkut dibatasi agar koi selamat sampai tujuan. Kepadatan itu menyangkut jumlah dan besarnya koi yang akan diangkut. Jika ukuran koi kecil, besarnya kepadatan lebih tinggi dibandingkan yang besar, misalnya induk koi. Pengangkutan dengan jumlah kepadatan tinggi cepat melemahkan daya tahan tubuh ikan, selanjutnya dapat mempercepat kematian.

Jarak memengaruhi kepadatan dan jumlah oksigen yang harus disediakan. Untuk pengangkutan, jarak jauh paling aman dengan kepadatan rendah dan ditunjang penyediaan oksigen yang cukup. Kalau jarak tempuh dekat, harus memperhatikan segi keselamatan ikan. Pengangkutan yang makan waktu lebih dari 10 jam perlu penanganan khusus.

4. Teknik Pengangkutan
Agar ikan sampai ke tempat tujuan dengan kondisi tetap baik dan aman selama dalam perjalanan, ada 3 hal penting yang harus diperhatikan, yaitu :
  • persiapan pengangkutan;
  • jumlah dan ukuran ikan;
  • cara pengepakan.
a. Persiapan Pengangkutan
Untuk mengurangi pengeluaran kotoran selama pengangkutan, koi hendaknya dipuasakan (diberok) terlebih dahulu. Setelah pemberokan yang berlangsung selama 1-2 hari, masukan satu per satu koi ke dalam kantung plastik yang sudah dipersiapkan. Sebelumnya, isikan air ke dalam kantung dengan volume seperlima bagian dari kapasitas kantung plastik. Jika digunakan untuk menampung koi berukuran 95 cm, isikan air hingga setengah badan koi atau kira-kira setinggi batas mata ikan.

Setelah ikan masuk ke dalam kantung plastik, ikat setiap ujung kantung plastik dengan karet gelang supaya kepala koi tidak masuk ke dalamnya sehingga resiko pecahnya kantung plastik bisa dihindari.

Air yang digunakan adalah air bersih yang berasal dari tanah atau PAM yang telah diendapkan selama 3 - 7 hari agar terbentuk oksigen terlarut. Air bukan berasal dari kolam yang dipakai untuk memelihara ikan, perlu diingat kualitasnya tidak sebagus air yang belum dipakai untuk memelihara ikan.

Pelaksanaan pemilihan, penghitungan, ataupun pengepakan dilakukan pagi atau sore hari, saat suhu udara dan suhu air sudah rendah. Pengepakan yang dilakukan sore hari sesuai untuk pengangkutan yang jaraknya memakan waktu lebih 12 jam. Untuk pengepakan di pagi hari paling efektif dilakukan jika waktu pengangkutan kurang dari 12 jam, karena ikan tiba di tempat tujuan masih jam kerja.

b. Jumlah dan ukuran Ikan
Untuk menjamin keselamatan ikan, harus diperhatikan hubungan antara jumlah dan ukuran ikan yang akan diangkut. Untuk ukuran besar biasanya berisi ikan dengan berat 3-4 Kg.

c. Cara Pengepakan
Dalam hal pengepakannya, persiapkan kantung plastik berdiameter (lebar) 50 cm sepanjang 160 cm. Plastik diikat pada bagian tengahnya dengan cara membelitkan bagian ujung yang satu dengan lainnya. Kemudian kedua mulut plastik dipertemukan. Plastik tersebut menjadi rangkap, karena bagian dalam dan luar sama panjangnya.

Kantung plastik diisi air dengan air bersih 15 liter atau setinggi 12 - 13 cm. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, plastik dicek dulu apakah bocor atau tidak. Caranya adalah dengan menggelembungkan plastik dan memegang ujungnya. Air di dalam plastik di goyang-goyangkan.

Setelah yakin plasti tidak bocor, koi yang sudah diberok dimasukan ke dalam kantung plastik yang telah berisi air. Penangkapan koi dilakukan dengan serokan halus untuk mencegah stres pada ikan dan luka. Jumlah ikan yang dimasukan sesuai dengan keterangan yang sudah di jelaskan di atas.

Setelah koi masuk, udara yang ada di dalam plastik dikeluarkan dengan jalan mengurut plastik dari ujung hingga permukaan air, yang tinggal hanya air dan ikan.

Selang oksigen dimasukan ke dalam plastik dan dipegang pada leher kantung plastik. Dengan hati-hati keran dibuka, oksigen murni akan memenuhi kantung plastik. Sebelum plastik berisi penuh oksigen, keran dimatikan. Kantung plastik diikat ujungnya dengan karet gelang.

Untuk menjaga kantung plastik jangan bocor, sisa plastik dipelintir lebih dulu. Lalu karet diikat berlawanan, dan akhiri dengan ikatan pada lipatan plastik. Untuk memperbesar ruang gerak koi, penempatan kantung yang sudah dikemas sebaiknya mendatar.

Jika jumlah kantung tidak banyak, untuk lebih aman, kantung plastik dimasukan dalam kardus bekas saja. Namun dalam jumlah banyak, kantung plastik bisa dijejer dengan alas karung goni basah. Karung ini berfungsi untuk menghindari masuknya benda-benda yang bisa merusak kantung plastik.

Apabila ikan diangkut dengan mobil ber-AC akan lebih bagus jika kantung ditempatkan di dalam mobil, jangan diletakan di bagasi yang biasanya panas.

Setelah ikan sampai di tempat tujuan, ikan perlu segera mendapat penanganan. Karena suhu air di dalam kantung dan kolam berbeda, yang harus dilakukan pertama kali adalah membiarkan kantung plastik untuk sekitar setengah jam terapung di kolam. Maksudnya adalah untuk menyesuaikan suhu antara air dalam kantung dan kolam. Panas dari kedua media itu akan saling rnempengaruhi. Setelah suhunya sama, ikan bisa dilepas. Melepasnya adalah dengan cara, karet dicopot dan mulut kantung ditenggelamkan. Air dari kolam akan masuk ke dalam kantung dan ikan-ikan pun bisa keluar dengan leluasa

Keistimewaan Ikan Koi

By Herlambang Bagus Budi Wibawa | At 7:47 AM | Label : | 0 Comments
Tidak diragukan lagi kalau koi di samping mempunyai nilai bisnis yang menggiurkan, juga menyihir pemiliknya betah berjam-jam menikmati keindahan warnanya dan memandang keanggunan tubuhnya.
Dalam buku The Lastest manual of Nishikigoi karya Takeo Kuroki, disebutkan ada 10 alasan kenapa orang Jepang tertarik dengan koi. Kesepuluh alasan tersebut adalah :

A. SEBAGAI KARYA SENI JEPANG
Koi yang berwarna-warni dilahirkan dari ikan mas berwarna hitam yang biasa untuk lauk lewat mutasi. Seperti halnya dengan ikan yang ada di luaran sana, jika kelamin sudah matang maka koi akan kawin (memijah). Berkat ketekunan dan keuletannya, orang-orang Jepang berhasil melahirkan koi-koi yang bermutu tinggi lebih cantik dan warna yang lebih indah melebihi kecantikan dan keindahan induknya. Itulah suatu seni yang biasa dilakukan oleh orang Jepang.

B. JINAK DAN LEMAH LEMBUT
Dalam kehidupan koi tidak dikenal istilah pemimpin kelompok dan tidak ada seekor pejantan kasar yang mengganggu koi betina. Sebagai penghuni lama, koi tidak akan menyerang koi pendatang.

Koi juga jinak. Apabila pemiliknya sedang mengalami masalah baik di kantor maupun dengan anggota keluarga, koi dapat mencairkan situasi, koi bisa diajak bercanda, koi juga bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan pemiliknya. Koi akan mengikuti atau menghampiri pemiliknya ketika dipanggil.

C. IKAN SAMURAI
Disebut demikian karena koi dikenal sebagai ikan pemberani. Meski koi adalah ikan yang lemah lembut namun koi tidak takut terhadap apapun sampai mereka dibantai. Oleh sebab itu, koi di Jepang disebut juga dengan ikan samurai.

Masa hidup koi umumnya sampai sekitar 70 tahun. Namun ada beberapa koi yang dapat mencapai umur sampai 200 tahun. Karena usia hidupnya bisa seperti burung bangau dan kura-kura. Koi disebut juga dengan ikan pesta.

Koi, di samping sebagai ikan hias, juga dapat dimakan sebagai hidangan jamuan makan malam, karena dipercaya dapat memberikan keberuntungan dan kesuksesan. Kabarnya di Jepang koi dapat berenang mendaki air terjun, hal ini dapat dianggap sebagai simbol kebangkitan.

Ikan Koi


D. TIDAK MEMILIH-MILIH PERAWAT
Apabila masing-masing anggota keluarga memiliki satu ekor koi dan semuanya ditempatkan pada kolam yang sama, baik ayah, ibu, sibungsu, atau saudara lainnya akan merasa bahagia karena koi dapat hidup berdampingan satu sama lain. Tidak saling menyerang dan tidak sating menyakiti, karenanya akan memberikan kesenangan pemiliknya. Mereka akan sama-sama merawat dan menjaga koi kesayangannya. Dengan demikian, seluruh anggota keluarga akan merasa bertanggung jawab terhadap kebersihan kolam dan pakan koi.

E. MUDAH BERADAPTASI
Koi dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Namun yang perlu di perhatikan pada saat pemindahan, usahakan jangan sampai koi mengalami perubahan secara mendadak.

Para peminat biasanya akan merasa ragu memelihara koi karena tidak mempunyai tempat / pekarangan yang cukup. Anggapan ini keliru, karena koi tidak perlu tempat yang luas. Koi dapat dipelihara pada lahan seluas 3x3 m2. Bahkan ada yang memelihara koi di balkon atau di lantai atas. Yang perlu diperhatikan apabila tempat hidup (kolam) koi kecil maka air harus selalu diganti setiap hari.

F. TIDAK MEMILIH-MILIH PAKAN
Koi tidak pilih-pilih pakan. Koi dapat mengonsumsi berbagai jenis pakan, baik yang berasal dari nabati (tumbuh-tumbuhan) atau hewani seperti daging, ikan, cacing, bahkan roti sekalipun.

Namun demikian, untuk mendapatkan koi yang sehat dengan warna yang indah, koi perlu makanan tambahan berupa pakan buatan. Pakan buatan ini merupakan campuran berbagai bahan nabati dan hewani ditambah vitamin. Pakan buatan memunyai pengaruh yang sangat besar untuk pertumbuhan warna badan koi.
Pakan alami yang dibutuhkan koi selain pakan tambahan adalah siput, cacing, kepiting, udang-udangan. Perbandingan pakan nabati dan hewani berkisar 6 : 4.

G. MURAH DAN INDAH
Memelihara koi itu mudah, semudah mendapatkannya. Seekor koi yang baru menetas hanya dijual sekita 5 atau 6 yen (Rp.500), sedangkan yang lebih besar antara 100 sampai 1.000 yen. Namun demikian, apabila kita pandai memilih koi yang bagus, dalam waktu singkat kita akan dapat menikmati keindahannya, hal ini disebabkan karena memijahkan dan memelihara koi sangat mudah.

Bukan hal yang mustahil suatu saat koi yang dipelihara dengan baik akan memenangkan kontes. Koi yang memenangkan kontes di Jepang bisa terjual dengan harga lebih dari 10 juta yen atau sekitar 120 juta.
H. POLA WARNA BERAGAM
Keanekaragaman warna yang dimiliki koi akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Warna-warni koi yang berseliweran di dalam kolam membuat orang betah berlama-lama memandanginya, menikmati keindahannya. Corak warna koi bervariasi seiring dengan perkembangan masa dan musim.

I. TEMAN SEUMUR HIDUP
Sekitar 25 tahun yang lalu, sangatlah sulit mempertahankan hidup koi di daerah empat musim. Memasuki musim dingin biasanya koi banyak yang tumbang karena tidak tahan dengan adanya perubahan suhu yang mencapai beberapa derajat di bawah nol. Koi mudah mati sehingga tidak dapat dijadikan hewan peliharaan yang bisa bertahan sepanjang waktu.

Banyak di antara para pemelihara koi berusaha mempelajari agar koi mereka bisa bertahan hidup. Beberapa masalah yang sulit diatasi mereka pelajari sehingga akhirnya mereka bisa memelihara dan mempertahankannya tetap hidup.

Usaha yang serius pada pembudidayaan koi memungkinkan kita untuk memiliki koi yang berumur panjang. Kita bisa menjadikan koi sebagai teman setia sepanjang hidup. Kuncinya adalah membersihkan kolam seperti menjaga kebersihan lingkungan, dan merawat koi sebaik merawat diri sendiri.

J. RAJA IKAN HIAS AIR TAWAR
Koi merupakan ikan hias air tawar terbesar dan merupakan ikan bergengsi. Kepalanya besar dihiasi sepasang kumis. Mereka berenang bagaikan seorang raja dan sesekali akan melompat keluar air memamerkan sosoknya yang indah menawan. Koi adalah raja ikan hias air tawar. Jika seseorang menempatkan koi di kolam tamannya, mereka akan dapatkan kesuksesan yang besar.

Koi tumbuh sangat pesat. Sebagai gambaran, pada tahun pertama koi akan tumbuh berkisar antara 10-20 cm, untuk tahun kedua 24 - 30 cm, dan pada tahun ketiganya sekitar 37 - 40 cm. Andaikan dipelihara terus dengan baik, pada tahun kelima panjangnya bisa-bisa mencapai 45 - 50 cm, dan sampai pada tahun kesepuluh mencapai 55 -70 cm.

Jenis-jenis Penyakit Ikan Koi dan Cara Mengatasinya

By Herlambang Bagus Budi Wibawa | At 7:49 AM | Label : | 1 Comments
Yang menjadi sumber utama penyakit pada koi adalah kualitas air. Selain kotoran (faeces) dan sisa makanan, penyebab kotornya air bisa berasal dari mucus atau lendir yang tebal. Fungsi mucus adalah sebagai pelindung bagian luar tubuh koi supaya kotoran tidak kontak langsung dengan kulit ikan. Lendir ini selalu berganti sesuai dengan pertumbuhan koi. Artinya, semakin bertambah umur dan ukuran koi, akan semakin banyak lendirnya.

Jika koi berada di dalam air yang kotor, kondisinya menjadi rawan terhadap gangguan penyakit yang disebabkan oleh parasit dan bakteri. Air yang kotor juga menyebabkan koi menjadi gampang stres, akibatnya daya tahan tubuhnya bisa menurun.

Ternyata, penggunaan filter saja tidak cukup untuk membersihkan air dari ancaman parasit. Karena itu, pembersihan air sebaiknya diikuti dengan penggantian air secara total, minimal dua minggu sekali. Hal ini memang akan merepotkan. Karena itu harus digunakan sistem air mengalir supaya pekerjaan membersihkan kolam menjadi mudah. Koi tetap dibiarkan di dalam kolam, sementara air diganti dengan jumlah yang sepadan dengan jumlah air sebelumnya.

Jangan lupa untuk selalu membersihkan filter bersamaan dengan saat penggantian air kolam.

A. CARA MENGENALI GEJALA PENYAKIT PADA KOI
Cara yang umum dilakukan untuk mengenal gejala penyakit adalah menangkap koi yang sakit yang sakit dari dalam kolam lalu memeriksanya dengan teliti. Koi yang sakit ditandai dengan kelebihan lendir pada tubuhnya. Yang tak kalah penting, periksa juga bagian insangnya, dan pastikan tidak terdapat benjolan, luka, atau busuk. Salah satu gejala awal koi yang sedang sakit adalah enggan menggerakkan sirip-siripnya. Koi tersebut cenderung merapatkan siripnya ke sisi badan. Bagi hobis pemula, cara identifikasi ini agak sulit dilakukan. Setidaknya, dibutuhkan pengalaman atau bantuan orang yang mengerti benar seluk-beluk koi.

Jenis-jenis Penyakit Ikan Koi dan Cara Mengatasinya


B. JENIS-JENIS PENYAKIT DAN CARA MENGOBATINYA
Koi sakit bisa terjadi karena gangguan parasit dan nonparasit. Jenis-jenis parasit yang sering menyerang koi antara lain : white spot (bintik putih), kutu ikan (udang renik), lernaea (cacing jangkar), dan jamur (kapas putih), yang semuanya merupakan parasit luar. Penyakit nonparasit yang banyak menyerang antara lain penyakit gelembung renang dan balon gas.

1. White Spote, Berbintik-bintik Putih
Penyakit white spot berupa bintik putih yang menyebar pada seluruh permukaan kulit. Awalnya bintik putih muncul di bagian permukaan tubuh dan meluas ke bagian lainnya, bisa ke ke insang, sirip, dan lain-lain. Penyakit ini biasanya menyerang ikan yang dipelihara di akuarium.

Penyebab bintik putih adalah protozoa Ichchyophthirius multifilis. Kuman itu tidak terlihat mata, tapi karena berkumpul dalam jumlah banyak terlihat seperti bintik putih. Ukuran seekor protozoa sangat kecil, berbentuk seperti telur dengan diameter sekitar 0,7 mm.

Koi yang terserang bintik putih seolah-olah tertutup bedak putih. Pada tahap awal kuman hanya menyerap cairan tubuh. Lama kelamaan bisa membuat badan ikan kurus, dan akhirnya si penderita mati.

Koi yang terkena bintik putih diobati dengan menaikan suhu air kolam sampai beberapa derajat dari suhu awal. Air kolam ditambah 0,5 gram Metheline blue per 1 ton air. Cara pengobatan ini efektif untuk menyembuhkan dan membunuh white spote.

2. Jamur Saprolegnia (Si Kapas Putih)
Penyakit jenis ini akan menyerang koi yang terluka atau akan tumbuh pada air kolam yang kotor, karena jamur tumbuh baik pada lingkungan berbahan organik tinggi. Jamur juga tumbuh baik pada jaringan mati seperti pada jaringan tubuh ikan yang luka. Bekas luka parasit seperti luka bekas gigitan kutu ikan.

Koi yang terserang jamur dapat diobati dengan larutan garam dapur (NaCI) dengan konsentrasi 1,5 - 2,5 % melalui pencelupan. Buang bulu-bulu halus jamur dengan mengolesnya pakai kapas yang diberi obat merah. Selanjutnya, ikan sakit dimandikan dalam larutan Monofuracin.

3. Lernaea, Si Cacing Jangkar
Parasit lernaea atau disebut juga dengan cacing jangkar. Cacing jangkar sangat mudah terlihat. Sobat dapat menemukan biasanya letaknya menempel pada bagian luar tubuh ikan atau pada insang.

Lernaea mengisap cairan tubuh, sehingga badan koi menjadi lemah dan tubuhnya kurus, kalau tidak segera diatasi koi akan mati. Cacing parasit ini mudah sekali berkembangbiak, jika seekor koi yang terserang lernaea tidak segera ditangani, dalam waktu singkat seluruh koi di kolam akan terjangkit.

Dalam jumlah sedikit, lernaea pada seekor koi dapat dicabut dengan pinset. Bekas luka yang berdarah diolesi obat merah. Kalau serangan sudah merata, sebaiknya koi diobati dengan larutan formalin atau Dephterex. Pengobatan dengan larutan formalin, gunakan larutan dengan konsentrasi 25 ppm. Ikan dimandikan selama 10 menit dengan pengulangan 2-3 kali setiap 2 hari sekali.

4. Luka Tergores
Luka ini terjadi akibat ulah koi itu sendiri, contohnya akibat gesekan dengan ornamen kolam, cakaran kucing, koi berusaha melompat keluar kolam. Untuk mencegah infeksi, koi yang terluka tersebut segera obati koi dengan cara direndam ke dalam larutan Monafuracin sekitar 4-5 hari.

5. Penyakit Lumpur
Penyakit ini timbul akibat pemberian pakan yang mengandung protein secara berlebihan dan suhu air rendah, sehingga mengakibatkan kulit koi mengalami iritasi dan pembuluh darahnya terinfeksi bakteri. Kondisi ini akan kembali pulih jika air kolam segera diganti dengan yang baru dan bersih.

Untuk mempercepat penyembuhan, lakukan perendaman dengan garam dapur 10 % setiap hari dan biarkan selama satu jam sampai ikan benar-benar sembuh. Alternatif lain, gunakan beberapa tetes Merchurochrome dicampur dengan satu sendok the Aureomycin ke dalam pakan koi. Jika koi sedang menjalani proses penyembuhan, pakan terbaik yang diberikan adalah selada atau kubis. Kedua sayuran tersebut dapat berfungsi untuk mengembalikan kondisi kerja lambung.

6. Batang Insang Berjamur
Gejala koi yang terinfeksi penyakit ini adalah nafsu makan berkurang dan malas menggerakkan insang. Penyebabnya adalah jamur yang tumbuh pada batang insang. Biasanya jamur cepat menyebar jika kondisi kolam terlalu kotor dan suhu kolam sangat tinggi. Penyakit bisa menjadi semakin parah jika pakan diberikan secara berlebihan.

Untuk mengatasinya, rendam koi yang sakit ke dalam campuran 0,1 gram Green F dalam 10 liter air atau masukan satu sendok teh Aureomycin ke dalam 10 liter air bersih. Sesuaikan lama perendaman dengan petunjuk pemakaian pada kemasan obat.

7. Lumpuh
Koi yang menderita lumpuh biasanya akan berenang kaku atau miring. Jika kondisinya sudah parah, badannya tampak limbung ketika berenang dan ekornya bengkok ke atas jika sedang terdiam. Biasanya, penyakit ini terjadi akibat gangguan atau keracunan obat-obatan.

8. Punggung Kurus
Sepanjang punggung ikan tampak sangat kurus. Meskipun makan dan berenang seperti biasa, penampilan koi menjadi kurang menarik. Penyebab penyakit adalah terjadinya kerusakan (degenerasi) pada sel-sel lemak. Pemberian wortel, vitamin E, mineral, dan chlorella (sejenis ganggang) dapat membantu mencegah terjadinya penyakit itu.

9. Cacar
Penyakit ini disebabkan oleh virus. Gejalanya berupa bercak putih berlendir yang memancarkan warna putih susu. Lama-kelamaan bercak tersebut akan mengembang dan menjadi merah keabu-abuan. Sebenarnya, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi perlu waktu yang lama. Untuk mempercepat proses penyembuhan, berikan desinfektan pada air kolam.

10. Mulut Jamuran
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Fexibactercolumnaris. Jika terinfeksi bakteri ini, mulut koi tampak putih seperti terkena jamur. Supaya tidak menular, pindahkan koi ke dalam kolam yang berisi air bersih, lalu taburi garam sebanyak 10 % dari volume air. Berbagai peralatan yang digunakan harus disterilisasi dengan larutan fenoksietanol atau nifuropirinol.

11. Dropsi
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini menyebabkan sisik mengelupas dan pembengkakan pada jaringan tubuh koi. Akibatnya, koi menjadi sulit berenang dan mengalami sesak napas. Cara paling praktis untuk mengatasinya adalah memberikan larutan anti bakteri atau menaburkan garam dapur. Supaya hasilnya optimal, tambahkan asam oksilin yang dicampur di dalam pakan.

12. Cacing Kulit
Sebangsa cacing dari jenis Gyrodactyius sp. dapat membuat koi selalu merasa gatal sehingga menggosok-gosokkan badannya ke benda-benda keras di dalam kolam. Untuk mengatasinya, rendam koi selama 10 menit yang diberi larutan ke dalam 10 liter air antiparasit, misalnya Malacite Green 2 %.

13. Sirip dan Ekor Busuk
Penyebab utamanya adalah bakteri Aeromonas hydrophyila. Bakteri ini menempel pada tubuh ikan yang terluka. selanjutnya infeksi berkembang dengan cepat. Gejala awal tampak dari sirip koi yang berwarna suram, kemudian membusuk dan meninggalkan bekas luka berdarah. Penyakit ini sering terjadi jika kondisi air kolam buruk. Lakukan pengobatan dengan Fenoksietanol, Nitrofurazon, atau Kloramin. Campurkan obat-obatan tersebut sebanyak 1 gr / kg pakan.

Memelihara koi di kolam taman tidak segampang yang dibayangkan. Hal-hal sepele bisa terjadi apabila tidak diperhatikan dengan baik dan bila tidak ditanggulangi secepatnya akan berdampak serius, sehingga penanggulangannyapun menjadi rumit.

Untuk menghindari hal tersebut, dan menjaga agar koi tetap sehat dan prima, ada 8 kunci perawatan yang perlu diperhatikan oleh para peternak atau hobies koi. Kedelapan kunci perawatan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. oksigen terlarut dalam air;
  2. jumlah koi di dalam kolam seimbang;
  3. drainase air kolam lancar;
  4. penyaringan dan sirkulasi air dilakukan secara teratur agar mutu air tetap terjaga dengan baik;
  5. obati penyakit secepatnya;
  6. jangan membuang lumut yang ada pada kolam. Dengan adanya lumut akan menjaga perut ikan tidak terluka ketika berenang;
  7. suhu air kolam stabil sepanjang hari;
  8. hindarkan kolam dari pengaruh matahari terik
Posting Lama ►
 

Copyright © 2013. Tutorial Cara Budidaya - All Rights Reserved KEBIJAKAN PRIVASI